CATATAN KANGGURU

iPod

November 20, 2008 · Leave a Comment

iPod adalah merek serangkaian perangkat pemutar media digital yang dirancang dan dijual oleh Apple Computer (Hewlett-Packard juga sempat menjual produk tersebut dengan nama Apple iPod + HP). Nama “iPod” juga dahulu merupakan nama salah satu varian pemutar media digital dalam rangkaian tersebut (varian ini kini disebut “iPod classic”). Sebagian besar varian iPod memberikan antarmuka pengguna (user interface) yang sederhana dengan menggunakan disain dalam bentuk roda putar (scroll wheel). iPod classic menyimpan datanya di dalam sebuah hard drive, sementara model lainnya menggunakan flash memory. Seperti sebagian besar perangkat pemain musik lainnya, iPod bisa digunakan sebagai hard drive eksternal bila disambungkan ke sebuah komputer.

Tony Fadell pertama kali mendapat ilham untuk membuat iPod di luar perusahaan Apple Computer: saat itu ia mengalami kesulitan mencari dana untuk membiayai perangkat pemain musik yang ia ciptakan.[rujukan?] Pada waktu ia menunjukkannya kepada Apple Computer, perusahaan tersebut menyewanya sebagai kontraktor mandiri untuk membuahkan hasil dari projek ini. Ia diberikan tanggung jawab untuk menggalang tim yang akan mengembangkan dua generasi pertama dari perangkat ini. Setelah itu perkembangan iPod yang selanjutnya dilakukan di bawah naungan Jonathan Ive yang merupakan kepala grup disain industri di Apple Computer.

Sampai bulan Oktober 2004, iPod mendominasi penjualan perangkat pemain musik di Amerika Serikat, dengan meraih 92% dari pasaran perangkat hard drive dan lebih dari 65% dari pasaran jenis lainnya. iPod telah berhasil dijual dengan pesat, melebihi sepuluh juta unit dalam tiga tahun terakhir ini. Perangkat tersebut mempunyai pengaruh kebudayaan yang sangat besar di masyarakat bila dibanding dengan saat alat tersebut pertama kali diluncurkan.

iPod pada awalnya hanya bisa dipakai dengan komputer Macintosh, tetapi pada tanggal 17 Juli 2002, Apple Computer mulai menjual iPod versi Windows dengan menggunakan format hard drive FAT32 daripada HFS Plus. [1] Piranti lunak iTunes versi Windows diperkenalkan pada tanggal 16 Oktober 2003 [2]; sebelumnya, pengguna Windows harus bergantung kepada piranti lunak lain seperti Musicmatch Jukebox, ephPod or XPlay untuk mengatur koleksi lagu di dalam iPod mereka.

Generasi terbaru dari iPod dengan dock tidak lagi membedakan antara versi Macintosh dengan Windows. iPod ini secara default dijual dengan hard drive-nya diformat untuk digunakan dengan Macintosh. Pembeli dapat merubat format tersebut supaya bisa digunakan dengan Windows. Sebuah iPod yang diformat HFS Plus have bisa dipakai dengan Macintosh karena Windows tidak mengenal format HFS Plus. Tetapi karena Macintosh bisa mengenal format FAT32, sebuah iPod yang diformat FAT32 bisa dipakai baik dengan Macintosh atau Windows. Tetapi HFS Plus memberikan sedikit lebih banyak ruang untuk menyimpan lebih banyak data, dan juga membuat iPod bisa dipakai sebagai boot disk untuk komputer Macintosh.

Pada tanggal 8 Januari 2004, Hewlett-Packard mengumumkan bahwa mereka akan melisensi iPod dari Apple Computer untuk menciptakan sebuah perangkat pemain musik bermerek HP yang akan diberi nama HPod. Esok harinya, pimpinan Hewlett-Packard Carly Fiorina mengeluarkan iPod berwarna biru pada pada pameran 2004 Consumer Electronics Show. Walaupun iPod biru tersebut tidak pernah diproduksi, model yang dipakai HP sekarang adalah sama persis dengan iPod dari Apple dan dijual dengan nama “Apple iPod + HP”.

iPod generasi kelima diluncurkan pada Oktober 2005 dan kemudian diperbaharui pada September 2006. Generasi iPod kelima mempunyai fitur pemutar video sampai dengan 640 x 480 pixel dan mempunyai daya tahan baterai hingga 24 jam. Para pengguna dapat mengambil video, games dan audiobooks dari iTunes Store.

Pada 5 September 2007, Apple meluncurkan iPod generasi keenam (kini dipanggil “iPod classic”), iPod nano generasi ketiga, dan varian baru bernama iPod touch. iPod touch menggunakan layar sentuh yang juga digunakan iPhone.

iPod bisa memainkan dokumen dengan format MP3, WAV, AAC/M4A, Protected AAC, AIFF, Audible audiobook, dan Apple Lossless. Alat tersebut tidak bisa memainkan dokumen dengan format OGG Vorbis, FLAC, Windows Media Audio (WMA), atau RealAudio. Apple Computer mungkin tidak akan mendukung format tersebut, karena mereka dianggap sebagai saingan piranti lunak QuickTime yang dikembangkan Apple Computer. Piranti lunak iTunes versi Windows bisa mengubah dokumen WMA menjadi AAC dengan pengecualian pada dokumen yang memiliki copy protection.

Apple mendisain iPod untuk bekerja dengan piranti lunak iTunes, yang memungkinkan penggunanya untuk mengatur koleksi musiknya di komputer dan iPod. iTunes bisa secara langsung menyelaraskan sebuah iPod dengan koleksi lagu tertentu atau dengan seluruh koleksi yang dimiliki penggunanya pada saat iPod tersebut disambung dengan sebuah komputer.

iPod generasi pertama berfungsi khusus hanya sebagi perangkat pemain musik. Pembaharuan firmware selanjutnya menambahkan fungsi PDA: Perangkat tersebut kemudian bisa menyimpan informasi dari buku alamat dan piranti lunak iCal yang ada di dalam Macintosh yang dipakai oleh penggunanya. iPod juga bisa menampilkan dokumen teks walaupun tidak bisa dimanipulasi dengan menggunakan iPod.

iPod menggunakan sambungan FireWire dan USB 2.0 (kecuali iPod shuffle, yang hanya menggunakan USB). iPod mengisi ulang baterai saat disambungkan dengan sebuah komputer. Perangkat ini juga bisa diisi ulang dengan menggunakan colokan listrik yang tersambung dengan iPod melalui kabel FireWire. Colokan listrik tersebut menggunakan kabel FireWire untuk menyalurkan energi listrik ke dalam iPod. (Pengisian ulang dengan kabel USB hanya tersedia untuk iPod di atas generasi ketiga.)

Kritik yang sering diajukan oleh para pengguna iPod antara lain:

  • Daya tahan baterai yang lebih singkat/tidak sesuai dengan spesifikasi resmi dari Apple
  • Baterai yang tidak bisa diganti
  • Bass yang lemah
  • Distorsi equalizer bass

iPod (kecuali iPod shuffle) memiliki lima tombol:

  1. Play/Pause,
  2. Menu (untuk naik satu tingkat di hirarki menu)
  3. Previous (untuk pindah ke awal lagu atau yang sebelumnya)
  4. Next (untuk pindah ke lagu yang selanjutnya)
  5. Select (tombol di tengah roda putar; untuk memilih menu atau lagu).

Sebuah switch Hold bisa ditemukan di bagian atas dari piranti tersebut. Dengan menggeser switch ini sampai terlihat tanda berwarna merah membuat tombol tidak bereaksi walaupun telah ditekan atau disentuh. Fitur ini berfungsi untuk mencegah bila tombol secara tidak sengaja tertekan atau tersentuh.

Dengan menahan tombol Menu selama dua detik bisa menyalan lampu penerang layar iPod. Bila tombol Play/Pause ditekan selama dua detik maka iPod tersebut akan mati.

Diambil dari www.wikipedia.org

Disajikan kembali oleh

Bellawati Dityasari

Siswa X Multimedia 1, SMK N 6 Surakarta

Categories: Uncategorized

Informasi Teknologi 3G di Indonesia

November 20, 2008 · Leave a Comment

Teknologi komunikasi bergerak di dunia terbagi dalam beberapa generasi, yaitu generasi pertama (1G), kedua (2G) dan ketiga (3G). Generasi pertama ditandai dengan adanya teknologi AMPS. Mungkin kita masih ingat dahulu ketika handphone hanya dipunyai oleh orang-orang yang berkantong tebal di mana bentuk fisik ponselnya pun besar dan berantena. Nah, saat itulah teknologi komunikasi AMPS mengalami masa-masa kejayaannya. Sistem analog ini memiliki banyak keterbatasan seperti kapasitas trafik yang kecil, jumlah pelanggan yang dapat ditampung dalam satu sel sedikit, dan penggunaan spektrum frekuensi yang boros. Selain itu, teknologi 1G hanya bisa melayani komunikasi suara, tidak seperti 2G yang bisa digunakan untuk SMS.

Kemudian dengan adanya tuntutan akan perbaikan kualitas layanan, maka berkembanglah teknologi generasi kedua alias 2G. Generasi ini sudah menggunakan teknologi digital. Selain digunakan untuk komunikasi suara, juga bisa untuk SMS dan transfer data dengan kecepatan maksimal 9.600 bps (bit per second).

Sebagai perbandingan, modem yang banyak digunakan untuk koneksi internet berkecepatan 56.000 bps (5,6 kbps). Kelebihan 2G dibanding 1G selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih besar. Standar teknologi 2G yang paling banyak digunakan saat ini adalah GSM (Global System for Mobile Communication), seperti yang dipakai sebagian besar handphone saat ini.

Generasi-2 (2G) di Amerika Serikat ditandai dengan diluncurkannya standar jaringan baru yang juga bersistem digital yang diberi nama Digital AMPS (D-AMPS) (disebut juga TDMA – Time Division Multiple Access). Sistem digital lainnya yang muncul di Amerika adalah IS-95 atau cdma-One, yang merupakan sistem digital yang berbasis teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) dan diperkenalkan oleh Qualcomm pada pertengahan 1990-an. Khusus di negara Jepang, berkembang sistem Personal Digital Cellular (PDC) yang mereka kembangkan sendiri dan hanya berlaku di negeri itu.

Setelah 2G, lahirlah generasi 2,5 G yang merupakan versi lebih baik dari generasi kedua. Generasi 2,5 ini mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan teknologi yang disisipkan di atas jaringan GSM untuk menangani komunikasi data pada jaringan. Dengan kata lain dengan menggunakan handset GPRS, komunikasi data tetap berlangsung di atas jaringan GSM dengan GSM masih menangani komunikasi suara dan transfer data ditangani oleh GPRS.

Kemudian generasi berikutnya yaitu generasi ketiga (3G) merupakan teknologi terbaru dalam dunia seluler. Kelebihan generasi terbaru ini terletak pada kecepatan transfer data yang bisa mencapai 2 Mbps (Mega bit per second). Pengembangan 3G dilakukan melalui teknologi antara alias generasi-2,5 (2,5G). Peralihan dari 2G menuju 3G dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Jadi di Indonesia sebenarnya sudah ada operator yang siap menggunakan teknologi 3G, yaitu Flexi, StarOne dan Fren/Mobile 8. Ketiga operator tersebut saat ini telah menggunkan teknologi CDMA 1X dan tinggal mengaktifkan beberapa fiturnya saja untuk menjadi 3G. Telkomsel sendiri pun sudah mendukung teknologi EDGE. Namun, kelihatannya Telkomsel masih belum puas dan menurut PT Telkom sendiri Telkomsel akan menggunakan teknologi Wideband CDMA (WCDMA) di mana penggunaan frekuensinya masih menunggu lisensi dari pemerintah. Di situsnya sendiri telkomsel masih menganggap EDGE sebagai teknologi 2 ¾ G.

Aplikasi Pendukung 3G

Keberadaan suatu teknologi baru tentunya akan diikuti dengan penerapannya dalam beragam aplikasi. Teknologi 3G sebenarnya hanyalah meningkatkan kemampuan layanan data dari teknologi generasi sebelumnya-teknologi yang saat ini kita pakai. Sehingga penerapan teknologi ini akan didominasi oleh aplikasi yang banyak memanfaatkan data di dalamnya, baik gambar, video maupaun file-file dalam bentuk digital.

Salah satu yang berpeluang menjadi “killer application” adalah teleconference. Istilah killer application merujuk pada suatu aplikasi yang akan menjadi trend dan banyak digunakan oleh masyarakat, sebagai contoh saat ini adalah sms. Dengan teleconference ini akan terjadi perubahan dalam cara berkomunikasi. Jikalau saat ini kita menelepon dengan mendekatkan ponsel ke telinga-kecuali memakai handsfree-, maka suatu saat nanti ponsel hanya akan kita genggam dan dihadapkan ke wajah kita. Ini semua karena kita tidak hanya akan mendengar suara lawan bicara tetapi dapat melihat wajah bahkan tempat di mana dia berada. Suatu hal yang selama ini hanya kita saksikan di film-film kartun sebentar lagi dapat kita saksikan secara nyata.

Ada banyak aplikasi lain yang dapat dikembangkan, semisal siaran TV, video, internet melalui ponsel. Jika saat ini Muhamamdiyah menegmbangkan dakwah seluler melalui sms, maka bukan mustahil jika nantinya kita bisa melihat ustadz-ustadz berceramah langsung melalui ponsel. Alumni IMM UGM masih bisa mengikuti kajian rabu pagi di kantor PP walaupun saat itu berada di luar Jogja. Ini hanya contoh kecil dari penerapan teknologi 3G dan masih banyak aplikasi yang lain yang tak lain merupakan peluang baru bagi para developer aplikasi.

Bagaimana Dampak yang Terjadi

Ada banyak kekhawatiran pula dengan munculnya teknologi ini di Indonesia. Selain dampak negatif tentunya, masalah skema penarifan layanan pun masih perlu dicermati. Saat ini saja masih belum jelas juga mengenai tarif sms yang beragam antar operator. Bahkan terjadi perbedaan yang cukup signifikan di antaranya padahal teknologi yang digunakan adalah sama.

Jika kita cermati lebih jauh, dengan teknologi 2,5G yang saat ini sudah bisa kita nikmati yaitu layanan GPRS, tarif sms bisa jauh lebih murah. Seperti kita ketahui, tarif GPRS didasarkan pada besarnya data yang dikirim dan diterima. Tarif termahal dari operator yang ada adalah sebesar Rp 35 per kilobyte data. Di dalam sistem digital, data berupa satu karakter (huruf, angka atau tanda baca) mempunyai ukuran sebesar 1 byte, maka 1 kilobyte bisa memuat sebanyak 1000 karakter. Artinya dengan pulsa Rp 35 kita bisa berkirim pesan sebanyak 1000 karakter. Semisal teman kita membalas sebanyak 1000 karakter pula, maka total pulsa yang diperlukan untuk kirim+terima hanya sebesar Rp 70. Ingat dalam GPRS yang kita bayar adalah jumlah data yang dikirim dan diterima. Bandingkan dengan layanan sms saat ini di mana sekali mengirim sms-maksimal 160 karakter-memerlukan pulsa sebesar Rp 350. Walaupun untuk menerima sms kita tidak dipungut pulsa, tetapi tetap akan jauh lebih murah dan adil jika menggunakan GPRS tadi.

Namun, sayangnya tidak ada satu operator pun yang mau membuka layanan (sms via GPRS) ini. Padahal saat ini sudah banyak ponsel murah yang support GPRS. Ibarat sebuah perusahaan bus yang tidak mau membuka suatu trayek padahal kendaraan dan penumpangnya telah tersedia. Bahkan jika dirinci lebih jauh tarif GPRS pun masih penuh dengan tanda tanya, mengingat antar operator mengusung harga yang berbeda-beda. Kekhawatiran terjadinya pembodohan konsumen seperti inilah yang mungkin bisa pula terjadi dalam penerapan teknologi 3G nanti. Belum lagi dengan berbagai dampak negatif yang tentunya akan jauh lebih dahsyat dari saat ini. Melihat berbagai kekhawatiran tersebut sudah siap dan bergunakah teknologi 3G diterapkan di Indonesia?

By: www.wahanaponsel.com

Disajikan kembali oleh

Bellawati Dityasari

Siswi kelas X Multimedia 1, SMK N 6 Surakarta

Categories: Uncategorized