CATATAN KANGGURU

PCMAV 1.4 MENDUKUNG TEKNOLOGY ADVANCED USB DISK FILTERING

November 22, 2008 · Leave a Comment

Teknologi baru sedang dikembangkan untuk menghadang virus baru yang belum dikenal dari USB disk.

Setelah sebelumnya para peneliti antivirus PC Media berhasil mengembangkan teknologi khusus yang mampu mengenali virus VBS baru yang tidak dikenal dan bahkan di-enkrip, kini mereka berhasil menemukan dua algoritma khusus yang akan diterapkan di teknologi baru kali ini. Teknologi baru ini diharapkan akan mampu menghadang virus baru yang belum dikenal sekalipun yang menggunakan USB disk sebagai media penghantar utama untuk masuk ke sistem komputer Anda.

Dan merujuk pada polling di situs ini, terlihat betapa seriusnya USB disk sebagai salah satu faktor utama penyebaran virus di Indonesia. Untuk itulah teknologi ini akan terasa sekali manfaatnya bagi warnet maupun perkantoran di Indonesia, yang mana USB disk penyewa atau karyawan sering kali menjadi ajang media penyebaran virus yang paling dominan.

Walau penggunaan resmi teknologi tersebut baru akan diterapkan pada fitur “Advanced USB Disk Filtering” di PCMAV 2.0, tetapi di PCMAV 1.4 yang akan hadir di majalah PC Media 07/2008 (pertengahan Juni 2008) teknologi ini mulai akan diterapkan secara bertahap. Mohon bersabar.

SUMBER: VIRUSINDONESIA.COM

DISAJIKAN OLEH : AKHDIAN

DISAJIKAN ULANG OLEH: FERRA_XMM1/11

Categories: Uncategorized

PERANGKAT LUNAK ANTI VIRUS

November 22, 2008 · Leave a Comment

Antivirus adalah sebuah jenis perangkat lunak yang digunakan untuk mendeteksi dan menghapus virus komputer dari sistem komputer. Disebut juga Virus Protection Software. Aplikasi ini dapat menentukan apakah sebuah sistem komputer telah terinfeksi dengan sebuah virus atau tidak. Umumnya, perangkat lunak ini berjalan di latar belakang (background) dan melakukan pemindaian terhadap semua berkas yang diakses (dibuka, dimodifikasi, atau ketika disimpan). Sebagian besar antivirus bekerja dengan beberapa metode seperti di bawah ini:

  • Pendeteksian dengan menggunakan basis data virus signature (virus signature database): Cara kerja antivirus ini merupakan pendekatan yang banyak digunakan oleh antivirus tradisional, yang mencari tanda-tanda dari keberadaan dari virus dengan menggunakan sebagian kecil dari kode virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, dan telah dikatalogisasi sesuai dengan jenisnya, ukurannya, daya hancurnya dan beberapa kategori lainnya. Cara ini terbilang cepat dan dapat diandalkan untuk mendeteksi virus-virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, tapi tidak dapat mendeteksi virus yang baru hingga basis data virus signature yang baru diinstalasikan ke dalam sistem. Basis data virus signature ini dapat diperoleh dari vendor antivirus dan umumnya dapat diperoleh secara gratis melalui download atau melalui berlangganan (subscription).
  • Pendeteksian dengan melihat cara bagaimana virus bekerja: Cara kerja antivirus seperti ini merupakan pendekatan yang baru yang dipinjam dari teknologi yang diterapkan dalam Intrusion Detection System (IDS). Cara ini sering disebut juga sebagai Behavior-blocking detection. Cara ini menggunakan policy (kebijakan) yang harus diterapkan untuk mendeteksi keberadaan sebuah virus. Jika ada kelakuan perangkat lunak yang “tidak wajar” menurut policy yang diterapkan, seperti halnya perangkat lunak yang mencoba untuk mengakses address book untuk mengirimkan e-mail secara massal terhadap daftar e-mail yang berada di dalam address book tersebut (cara ini sering digunakan oleh virus untuk menularkan virus melalui e-mail), maka antivirus akan menghentikan proses yang dilakukan oleh perangkat lunak tersebut. Antivirus juga dapat mengisolasi kode-kode yang dicurigai sebagai virus hingga administrator menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Keuntungan dari cara ini adalah antivirus dapat mendeteksi adanya virus-virus baru yang belum dikenali oleh basis data virus signature. Kekurangannya, jelas karena antivirus memantau cara kerja perangkat lunak secara keseluruhan (bukan memantau berkas), maka seringnya antivirus membuat alarm palsu atau “False Alarm” (jika konfigurasi antivirus terlalu “keras”), atau bahkan mengizinkan virus untuk berkembangbiak di dalam sistem (jika konfigurasi antivirus terlalu “lunak”), terjadi false positive. Beberapa produsen menyebut teknik ini sebagai heuristic scanning.
  • DISAJIKAN OLEH: WIKIPEDIA BAHASA INDONESIA
  • DISAJIKAN ULANG OLEH: FERRA_XMM1/11

Categories: Uncategorized

TEKNOLOGI KOMPUTER DIBALIK SRHEK 2

November 22, 2008 · Leave a Comment

Jakarta – Petualangan gergasi hijau, putri dan keledai berlanjut dalam film animasi Shrek 2. Di balik film pemecah rekor Box Office itu ada teknologi komputer yang mutakhir.

Sekarang bukan jamannya lagi animasi ‘datar’ ala Mickey Mouse. Bahkan sejak Toy Story meledak di pasaran, animasi tiga dimensi dengan bantuan komputer menjadi mainan baru di Hollywood.

Idola animasi terbaru yang sukses memecahkan rekor Box Office adalah Shrek 2. Tanpa teknologi komputer, kisah gergasi (ogre) hijau itu boleh dibilang mustahil dapat terwujud seperti saat ini.

Seperti diungkapkan pihak Hewlett-Packard (HP) dalam acara ‘Nonton Bareng Shrek 2 Bersama Hewlett-Packard’ di EX Plaza Indonesia, Jakarta, Sabtu (19/06/2004), Dreamworks menggunakan teknologi komputer dari HP untuk memproduksi Shrek 2. Kerjasama dua perusahaan itu bermula sejak tahun 2001. Beberapa hasilnya dapat dilihat dalam film animasi seperti Sinbad: Legend of The Seven Seas maupun film Shrek yang pertama.

Teknologi HP Di Balik Shrek 2

Diantara teknologi yang turut sumbang kekuatan adalah sistem operasi Linux serta beberapa piranti lunak karya HP. Misalnya, teknologi URS (Utility Rendering Service) dan VSC (Virtual Studio Conferencing). Keduanya dikembangkan bersama-sama oleh HP dan Dreamworks untuk memudahkan proses produksi Shrek 2.

URS digunakan untuk membantu pengolahan grafis Shrek 2. Lebih dari 347 unit HP LP-1000 Netserver dan 433 server HP Proliant DI360 digunakan bersama-sama untuk mengolah grafis dalam film itu.

Sedangkan VSC digunakan untuk menghubungkan tim produksi yang terpisah-pisah dalam berbagai lokasi. Melalui VSC dan piranti lunak Remote 3D dari HP, orang-orang yang terlibat dalam produksi Shrek 2 dapat berkomunikasi jarak jauh untuk tukar-menukar elemen kreatif (termasuk storyboard dan hasil edit).

DISAJIKAN OLEH: WICAKSONO HIDAYAT

DISAJIKAN ULANG OLEH : INTAN R_XMM1/15

Categories: Uncategorized

MUSIK TEKNOLOGY KOMPUTER

November 22, 2008 · Leave a Comment

Dengan Teknologi Komputer, Anda akan menjadi lebih produktif menggunakan keyboard & Piano. Hanya dengan sebuah MIDI Interface (kabel MIDI) yang menghubungkan komputer + Program Musik, Anda sekarang dapat memainkan alat musik, membuat musik, menulis & membaca notasi musik secara menyenangkan melalui layar monitor yang besar, dan bahkan memodifikasi suara-suara yang Anda suka. Anda akan diajarkan Piano dasar, bermain keyboard MIDI secara menyenangkan dengan menggunakan teknologi. Anda akan belajar bagaimana mengubah MIDI file menjadi MP3, menampilkannya di internet, membuat MIDI Ringtone dan bahkan membuat album CD rekaman sendiri.

DISAJIKAN OLEH: WEB BLOG MUSIK TEKNOLOGI

DISAJIKAN OLEH : INTAN R_XMM1/15

Categories: Uncategorized

ANTI VIRUS UNTUK SMARTPHONE

November 22, 2008 · Leave a Comment

1. SimWorks ANTI VIRUS
Mungkin sebahagian anda sudah pernah mencoba memakai anti virus yang ini, karena pada umumnya counter hp akan langsung memasang anti virus yang jenis ini, karena system kerjanya bagus, juga tak terlalu banyak memakai memori di saat scan sedang berjalan. Tapi yang harus anda garis bawahi, biasanya counter hp akan memasang SimWorks yang versi lama, misalnya versi 1.2.4 lanching tahun 2004, dan biasanya anti virus versi ini tidak akan membaca jenis virus baru, jadi carilah anti virus yang versi terbaru, walaupun yang versi lama tapi harus tetap di UP-DATE, biar langsung menangkap saat ada virus jenis baru masuk ke hand phone anda. Dapat dipasang pada jenis handphone symbian S60 V2 seperti nokia 7610, 3230, dan handphone yang sejenis dengannya.

(more…)

Categories: Uncategorized

PCMAV RC9 anti virus lokal dengan formula dan teknology khusus

November 22, 2008 · Leave a Comment

PC Media Antivirus (PCMAV) merupakan karya dan hak cipta serta bagian yang tak terpisahkan dari PC Media, majalah komputer bulanan yang diterbitkan oleh PT Dian Digital Media yang merupakan bagian dari kelompok penerbitan terkemuka di Indonesia: Pinpoint Publications. PCMAV tidak dinyatakan sebagai program yang bersifat public-domain (milik publik) maupun freeware (tanpa biaya), tetapi Anda bebas menggunakan dan menyebarluaskan program ini secara LENGKAP tanpa dikenakan biaya apapun sepanjang ketentuan program seperti yang akan dijelaskan pada bagian ini ditaati.

PCMAV dan seluruh program antivirus buatan PC Media hanya diizinkan digunakan
untuk pemakaian tunggal oleh pemilik majalah PC Media di edisi yang
menyertakannya, baik itu pemilik individu maupun badan hukum. Program ini juga
diizinkan untuk pemakaian perorangan/individu di rumah/tempat tinggal pribadi,
badan nirlaba, atau lembaga pendidikan yang dibiayai oleh negara/badan nirlaba.

Dilarang keras menggunakan dan atau memanfaatkan program ini di lingkungan
bisnis tanpa memiliki majalah PC Media yang menyertakannya. Penggunaan dan
atau pemanfaatan program ini dengan tujuan komersial tanpa izin juga sama sekali
tidak diperkenankan.

Seperti lazimnya program komputer yang lain, PC Media tidak memberikan
jaminan apapun bahwa program ini terbebas dari segala macam masalah teknis
dan kami tidak berkewajiban mengganti segala biaya yang ditimbulkan oleh
segala macam fungsi dari program ini. PC Media juga tidak berkewajiban apapun
terhadap segala macam kerusakan yang mungkin ditimbulkan akibat penggunaan
program ini. Dengan memanfaatkan/menggunakan PCMAV berarti Anda mengerti dan
setuju dengan seluruh ketentuan ini.

disajikan oleh: PC MEDIA

disajikan ulang oleh: INTAN NUR Z F_14/XMM1

Categories: Uncategorized

tugas x mm 1

November 22, 2008 · Leave a Comment

Perkembangan Teknologi Digital

Pada akhir-akhir ini, berbagai perkembangan yang terjadi memang cukup menakjubkan, khususnya dalam bidang teknologi terutama dalam hal informasi dan komunikasi. Teknologi informasi yang tadinya dikenal dengan teknologi komputer, beserta perangkat elektronika lainnya, menjelma menjadi satu dalam perpaduan kemampuan.

Semula dengan ditemukannya berbagai perangkat sederhana, mulai dari telepon, yang berbasis analog, maju dan berkembang terus hingga muncul berbagai perangkat elektronika lainnya. Hingga akhirnya teknologi ini terintegrasi satu dengan lainnya.

Di sisi lain, akibat perkembangan dari kemampuan teknologi, terjadi juga perubahan yang cukup dramatis di sisi perjalanan dan operasi bisnis, yang menghasilkan pelayanan-pelayanan baru, termasuk dalam hal pemanfaatan jaringan dunia tanpa batas.

Telepon, yang pada awal ditemukan pada tahun 1876, diniatkan sebagai media untuk mengirimkan suara, dan salah satu penerapan konsep analog, juga memberikan konstribusi yang tidak sedikit terhadap perkembangan teknologi. Sampai dengan sekitar tahun 1960-an, penerapan analog ini masih tetap bertahan, hingga setelah itu, mulai mengarah kepada teknologi digital.

Kemudian, teknologi digital yang mulai merambah ke berbagai rancangan teknologi yang diterapkan dan digunakan oleh manusia. Facsimile, adalah salah satu batu loncatan dari pemanfaatan jaringan telekomunikasi, yang mampu memberikan konstribusi dan pemikiran, bahwa datapun mampu untuk dilewatkan melalui media telepon tersebut.

Begitu juga dengan perkembangan komputer. Komputer pertama yang diperkenalkan adalah ENIAC II, diinstalasi dan digunakan pada tahun 1946, setelah perang dunia kedua. Komputer ini merupakan sebuah rangkaian elektronika lampu tabung seberat 20 ton. Perkembangannya juga cukup menakjubkan, baik dalam ukuran dan kemampuan kerjanya.

Kini, ukuran komputerpun, hanya dalam ukuran segenggam tangan. Dengan ukuran sedemikian, berbagai proses mampu diolahnya, tidak hanya untuk melakukan proses yang berhubungan dengan pengolahan perhitungan dan database, tetapi juga mampu dalam hal berkomunikasi dengan pengguna lainnya yang menggunakan perangkat yang tadinya masih merupakan pemisahan dari segi fungsi.

Protocol, merupakan salah satu yang memegang peranan kunci disini, sehingga berbagai perangkat dapat berinteraksi satu dengan lainnya. Dengan adanya protocol ini, satu mesin dengan mesin lainnya dapat untuk saling berkomunikasi. Protocol merupakan suatu metoda yang mengakibatkan suatu alat dengan alat lainnya dapat saling berkomununikasi sehingga terjadilah percakapan sehingga akhirnya berjabat tangan (handshaking), dan dapat diibaratkan kesepakatan bahasa antar dua alat, yang mengakibatkan satu sama lainnya mengerti apa yang diperintahkan dan apa yang sedang diolah.

Suatu perangkat yang dihasilkan dari pabrik yang berbeda, sesuatu yang mungkin untuk ikut berperanan dalam menyemarakkan bidang teknologi informasi dan telekomunikasi ini, sebab dengan protocol yang sama, alat itupun bisa menggabungkan diri menjadi bagian dari berbagai perangkat yang ada. Begitu juga dengan bandwith, sebagai jalur data, compression, codes, dan bits, menjadi tulang punggung yang mendasar, terutama untuk perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi ini.

Dua bulan berselang setelah Neil Amstrong melangkah di bulan, terjadi suatu langkah yang besar di UCLA, sewaktu komputer pertama dikoneksikan ke ARPANET. ARPANET mengkoneksikan empat site, diantaranya UCLA, Stanford Research Institute (SRI), UC Santa Barbara, dan University of Utah. Pada tahun 1977, terdapat lebih seratus mainframe dan komputer mini yang terkoneksi ke ARPANET yang sebagian besar masih berada di Universitas.

Dengan adanya fasilitas ini, memungkinkan dosen-dosen dan mahasiswa dapat saling berbagi informasi satu dengan lainnya tanpa perlu meninggalkan komputer mereka. Saat ini, terdapat lebih dari 4.000.000 host internet di seluruh dunia. Sejak tahun 1988, Internet tumbuh secara eksponensial, yang ukurannya kira-kira berlipat-ganda setiap tahunnya. Istilah Internet pada mulanya diciptakan oleh para pengembangnya karena mereka memerlukan kata yang dapat menggambarkan jaringan dari jaringan-jaringan yang saling terkoneksi yang tengah mereka buat waktu itu. Internet merupakan kumpulan orang dan komputer di dunia yang seluruhnya terhubung oleh bermil-mil kabel dan saluran telepon, masing-masing pihak juga dapat berkomunikasi karena menggunakan bahasa yang umum dipakai.

Jadi apakah yang dimaksud dengan Internet ? Pertama, Internet adalah kumpulan yang luas dari jaringan komputer besar dan kecil yang saling bersambungan menggunakan jaringan komunikasi yang ada di seluruh dunia. Kedua, Internet adalah seluruh manusia yang secara aktif berpartisipasi sehingga membuat Internet menjadi sumber daya informasi yang sangat berharga. Apakah yang mebuat hal tersebut bisa bekerja? Semua adalah karena permainan listrik dan gelombang yang akhirnya diolah sedemikian rupa. Semua berasal dari analog maupun digital.

atika endah h

x mm1/06

Categories: Uncategorized

TuGaS x MM1

November 22, 2008 · Leave a Comment

NaMa :AtIka EndAh H

Kelas/No :x MM 1/06

EVOLUSI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Richardus Eko Indrajit
EMPAT ERA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER
Tidak dapat disangkal bahwa salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi yang datangnya lebih cepat dari dugaan semua pihak adalah karena perkembangan pesat teknologi informasi. Implementasi internet, electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan lain sebagainya telah menerobos batas-batas fisik antar negara. Penggabungan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi. Data atau informasi yang pada jaman dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan detik.

Tidak berlebihan jika salah satu pakar IBM menganalogikannya dengan perkembangan otomotif sebagai berikut: “seandainya dunia otomotif mengalami kemajuan sepesat teknologi informasi, saat ini telah dapat diproduksi sebuah mobil berbahan bakar solar, yang dapat dipacu hingga kecepatan maximum 10,000 km/jam, dengan harga beli hanya sekitar 1 dolar Amerika !”. Secara mikro, ada hal cukup menarik untuk dipelajari, yaitu bagaimana evolusi perkembangan teknologi informasi yang ada secara signifikan mempengaruhi persaingan antara perusahaan-perusahaan di dunia, khususnya yang bergerak di bidang jasa. Secara garis besar, ada empat periode atau era perkembangan sistem informasi, yang dimulai dari pertama kali diketemukannya komputer hingga saat ini. Keempat era tersebut (Cash et.al., 1992) terjadi tidak hanya karena dipicu oleh perkembangan teknologi komputer yang sedemikian pesat, namun didukung pula oleh teori-teori baru mengenai manajemen perusahaan modern. Ahli-ahli manajemen dan organisasi seperti Peter Drucker, Michael Hammer, Porter, sangat mewarnai pandangan manajemen terhadap teknologi informasi di era modern. Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa masih banyak perusahaan terutama di negara berkembang (dunia ketiga), yang masih sulit mengadaptasikan teori-teori baru mengenai manajemen, organisasi, maupun teknologi informasi karena masih melekatnya faktor-faktor budaya lokal atau setempat yang mempengaruhi behavior sumber daya manusianya. Sehingga tidaklah heran jika masih sering ditemui perusahaan dengan peralatan komputer yang tercanggih, namun masih dipergunakan sebagai alat-alat administratif yang notabene merupakan era penggunaan komputer pertama di dunia pada awal tahun 1960-an.

ERA KOMPUTERISASI
Periode ini dimulai sekitar tahun 1960-an ketika mini computer dan mainframe diperkenalkan perusahaan seperti IBM ke dunia industri. Kemampuan menghitung yang sedemikian cepat menyebabkan banyak sekali perusahaan yang memanfaatkannya untuk keperluan pengolahan data (data processing). Pemakaian komputer di masa ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, karena terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, mempergunakan komputer jauh lebih efisien (dari segi waktu dan biaya) dibandingkan dengan mempekerjakan berpuluh-puluh SDM untuk hal serupa. Pada era tersebut, belum terlihat suasana kompetisi yang sedemikian ketat. Jumlah perusahaan pun masih relatif sedikit. Kebanyakan dari perusahaan perusahaan besar secara tidak langsung “memonopoli pasar-pasar tertentu, karena belum ada pesaing yang berarti. Hampir semua perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang infrastruktur (listrik dan telekomunikasi) dan pertambangan pada saat itu membeli perangkat komputer untuk membantu kegiatan administrasinya sehari-hari. Keperluan organisasi yang paling banyak menyita waktu komputer pada saat itu adalah untuk administrasi back office, terutama yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan. Di pihak lain, kemampuan mainframe untuk melakukan perhitungan rumit juga dimanfaatkan perusahaan untuk membantu menyelesaikan problem-problem teknis operasional, seperti simulasi-simulasi perhitungan pada industri pertambangan dan manufaktur.

ERA TEKNOLOGI INFORMASI
Kemajuan teknologi digital yang dipadu dengan telekomunikasi telah membawa komputer memasuki masa-masa “revolusi”-nya. Di awal tahun 1970-an, teknologi PC atau Personal Computer mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti mini computer. Dengan seperangkat komputer yang dapat ditaruh di meja kerja (desktop), seorang manajer atau teknisi dapat memperoleh data atau informasi yang telah diolah oleh komputer (dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan mini computer, bahkan mainframe). Kegunaan komputer di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, namun lebih jauh untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Tidak seperti halnya pada era komputerisasi dimana komputer hanya menjadi “milik pribadi” Divisi EDP (Electronic Data Processing)
perusahaan, di era kedua ini setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing (end-user computing). Pemakaian komputer di kalangan perusahaan semakin marak, terutama didukung dengan alam kompetisi yang telah berubah dari monompoli menjadi pasar bebas. Secara tidak langsung, perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi komputer sangat efisien dan efektif dibandingkan perusahaan yang sebagian prosesnya masih dikelola secara manual. Pada era inilah komputer memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa.

Teori-teori manajemen organisasi modern secara intensif mulai diperkenalkan di awal tahun 1980-an. Salah satu teori yang paling banyak dipelajari dan diterapkan adalah mengenai manajemen perubahan (change management). Hampir di semua kerangka teori manajemen perubahan ditekankan pentingnya teknologi informasi sebagai salah satu komponen utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang ingin menang dalam persaingan bisnis. Tidak seperti pada kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada unsur teknologi, pada era manajemen perubahan ini yang lebih ditekankan adalah sistem informasi, dimana komputer dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem tersebut. Kunci dari keberhasilan perusahaan di era tahun 1980-an ini adalah penciptaan dan penguasaan informasi secara cepat dan akurat. Informasi di dalam perusahaan dianalogikan sebagai darah dalam peredaran darah manusia yang harus selalu mengalir dengan teratur, cepat, terus-menerus, ke tempat-tempat yang membutuhkannya (strategis). Ditekankan oleh beberapa ahli manajemen, bahwa perusahaan yang menguasai informasilah yang memiliki keunggulan kompetitif di dalam lingkungan makro “regulated free market”. Di dalam periode ini, perubahan secara filosofis dari perusahaan tradisional ke perusahaan modern terletak pada bagaimana manajemen melihat kunci kinerja perusahaan. Organisasi tradisional melihat struktur perusahaan sebagai kunci utama pengukuran kinerja, sehingga semuanya diukur secara hirarkis berdasarkan divisi-divisi atau departemen. Dalam teori organisasi modern, dimana persaingan bebas telah menyebabkan customers harus pandai-pandai memilih produk yang beragam di pasaran, proses penciptaan produk atau pelayanan (pemberian jasa) kepada pelanggan merupakan kunci utama kinerja perusahaan. Keadaan ini sering diasosiasikan dengan istilah-istilah manajemen seperti “market driven” atau “customer base company” yang pada intinya sama, yaitu kinerja perusahaan akan dinilai dari kepuasan para pelanggannya. Sangat jelas dalam format kompetisi yang baru ini, peranan komputer dan teknologi informasi, yang digabungkan dengan komponen lain seperti proses, prosedur, struktur organisasi, SDM, budaya perusahaan, manajemen, dan komponen terkait lainnya, dalam membentuk sistem informasi yang baik, merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan secara strategis.

Tidak dapat disangkal lagi bahwa kepuasan pelanggan terletak pada kualitas pelayanan. Pada dasarnya, seorang pelanggan dalam memilih produk atau jasa yang dibutuhkannya, akan mencari perusahaan yang menjual produk atau jasa tersebut: cheaper (lebih murah), better (lebih baik), dan faster (lebih cepat). Disinilah peranan sistem informasi sebagai komponen utama dalam memberikan keunggulan kompetitif perusahaan. Oleh karena itu, kunci dari kinerja perusahaan adalah pada proses yang terjadi baik di dalam perusahaan (back office) maupun yang langsung bersinggungan dengan pelanggan (front office). Dengan memfokuskan diri pada penciptaan proses (business process) yang efisien, efektif, dan terkontrol dengan baiklah sebuah perusahaan akan memiliki kinerja yang handal. Tidak heran bahwa di era tahun 1980-an sampai dengan awal tahun 1990-an terlihat banyak sekali perusahaan yang melakukan BPR (BusinessProcess Reengineering), re-strukturisasi, implementasi ISO-9000, implementasi TQM, instalasi dan
pemakaian sistem informasi korporat (SAP, Oracle, BAAN), dan lain sebagainya. Utilisasi teknologi informasi terlihat sangat mendominasi dalam setiap program manajemen perubahan yang dilakukan perusahaan-perusahaan

ERA GLOBALISASI INFORMASI
Belum banyak buku yang secara eksplisit memasukkan era terakhir ini ke dalam sejarah evolusi teknologi informasi. Fenomena yang terlihat adalah bahwa sejak pertengahan tahun 1980-an, perkembangan dibidang teknologi informasi (komputer dan telekomunikasi) sedemikian pesatnya, sehingga kalau digambarkan secara grafis, kemajuan yang terjadi terlihat secara eksponensial. Ketika sebuah seminar internasional mengenai internet diselenggarakan di San Fransisco pada tahun 1996, para praktisi teknologi informasi yang dahulu bekerja sama dalam penelitian untuk memperkenalkan internet ke dunia industri pun secara jujur mengaku bahwa mereka tidak pernah menduga perkembangan internet akan menjadi seperti ini. Ibaratnya mereka melihat bahwa yang ditanam adalah benih pohon ajaib, yang tiba-tiba membelah diri menjadi pohon raksasa yang tinggi menjulang. Sulit untuk ditemukan teori yang dapat menjelaskan semua fenomena yang terjadi sejak awal tahun 1990-an ini, namun fakta yang terjadi dapat disimpulkan sebagai berikut:
Tidak ada yang dapat menahan lajunya perkembangan teknologi informasi. Keberadaannya telah menghilangkan garis-garis batas antar negara dalam hal flow of information. Tidak ada negara yang mampu untuk mencegah mengalirnya informasi dari atau ke luar negara lain, karena batasan antara negara tidak dikenal dalam virtual world of computer. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat sulit untuk menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran informasi. Perusahaan-perusahaan pun sudah tidak terikat pada batasan fisik lagi. Melalui virtual world of computer, seseorang dapat mencari pelanggan di seluruh lapisan masyarakat dunia yang terhubung dengan jaringan internet. Sulit untuk dihitung besarnya uang atau investasi yang mengalir bebas melalui jaringan internet. Transaksi-transaksi perdagangan dapat dengan mudah dilakukan di cyberspace melalui electronic transaction dengan mempergunakan electronic money.
Tidak jarang perusahaan yang akhirnya harus mendefinisikan kembali visi dan misi bisnisnya, terutama yang bergelut di bidang pemberian jasa. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan perangkat canggih teknologi informasi telah merubah mindset manajemen perusahaan sehingga tidak jarang terjadi perusahaan yang banting stir menggeluti bidang lain. Bagi negara dunia ketiga atau yang sedang berkembang, dilema mengenai pemanfaatan teknologi informasi amat terasa. Di suatu sisi banyak perusahaan yang belum siap karena struktur budaya atau SDM-nya, sementara di pihak lain investasi besar harus dikeluarkan untuk membeli perangkat teknologi informasi. Tidak memiliki teknologi informasi, berarti tidak dapat bersaing dengan perusahaan multi nasional lainnya, alias harus gulung tikar.

Hal terakhir yang paling memusingkan kepala manajemen adalah kenyataan bahwa lingkungan bisnis yang ada pada saat ini sedemikian seringnya berubah dan dinamis. Perubahan yang terjadi tidak hanya sebagai dampak kompetisi yang sedemikian ketat, namun karena adanya faktor-faktor external lain seperti politik (demokrasi), ekonomi (krisis), sosial budaya (reformasi), yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan baru yang harus ditaati perusahaan. Secara operasional, tentu saja fenomena ini sangat menyulitkan para praktisi teknologi informasi dalam menyusun sistemnya. Tidak jarang di tengah-tengah konstruksi sistem informasi, terjadi perubahan kebutuhan sehingga harus diadakan analisa ulang terhadap sistem yang akan dibangun. Dengan mencermati keadaan ini, jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi informasi yang cocok untuk perusahaan, yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap perubahan. Para praktisi negara maju menjawab tantangan ini dengan menghasilkan produk-produk aplikasi yang berbasis objek, seperti OOP (Object Oriented Programming), OODBMS (Object Oriented Database Management System), Object Technology, Distributed Object, dan lain sebagainya.

PERUBAHAN POLA PIKIR SEBAGAI SYARAT
Dari keempat era di atas, terlihat bagaimana alam kompetisi dan kemajuan teknologi informasi sejak dipergunakannya komputer dalam industri hingga saat ini terkait erat satu dan lainnya. Memasuki abad informasi berarti memasuki dunia dengan teknologi baru, teknologi informasi. Mempergunakan teknologi informasi seoptimum mungkin berarti harus merubah mindset. Merubah mindset merupakan hal yang teramat sulit untuk dilakukan, karena pada dasarnya “people do not like to change”. Kalau pada saat ini dunia maju dan negara-negara tetangga Indonesia sudah memiliki komitmen khusus untuk mengambil bagian dalam penciptaan komponen-komponen sistem informasi, bagaimana dengan Indonesia? Masih ingin menjadi negara konsumen? Atau sudah mampu menjadi negara produsen? Paling tidak, hal yang harus ada terlebih dahulu di setiap manusia Indonesia adalah kemauan untuk berubah. Tanpa “willingness to change”, sangat mustahillah bangsa Indonesia dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk membangun kembali bangsa yang hancur ditelan krisis saat ini.

Categories: Uncategorized

TIPS BELI LAPTOP MURAH

November 22, 2008 · Leave a Comment

Woi teman2 ada sedikit Tips nih kalau mau beli laptop murah nan awet :

1. Biasanya toko/supermarket(contoh : carrefour/glodok/mangga dua) akan memajang (Display) sebagai contoh kepada pembeli (Dalam kondisi menyala yah). Nah pilihlah produk Display tsb, jangan yg ada di dalam kardus. Dengan alasan sbb :

A. Listrik ke Battery sudah stabil
B. Khan kalau di toko/supermarket menyala terus dari pagi hingga malam ( Test KeTahanan )

PS : Menyala tapi Kondisi Fisik yang Mulus, soalnya namanya juga Display khan banyak yang tekan sana sini, tunjuk sana sini hehehehe kayak kue dagangan.

2. Kalau memang niat beli laptop, sekalian iseng2 bawa CD MP3 ada DVD FILM buat test Drive Opticalnya

3. Sekalian beli mouse dengan port USB, buat test USB Port-nya. Kalau mau bawa Flash Disk boleh juga, tapi yg bebas virus yah

4. Test tambahan ( cerewet dikit gak papa, yg penting bayar ) coba bawa Compact Flash Card ( SD/MMC dll) kalau gak punya pinjam teman yg punya kamera digital.

Test Juga LAN (RJ45) kalau susah-yg ini gak usah, dan test koneksi modem (RJ11) pake telkomnet instant. Kalau ada Wifi boleh test juga tuh kalau kaga ribet, kalau test BlueTooth bisa connect ke HP kamu ( kalau ada Fasilitas BlueTooth ).

Biasanya laptop ada Output VGA port, coba test ke Monitor VGA atau LCD

5. Lebih baik test semua daripada bolak balik service …. iya khan. Lagipula dukungan service mereka belum maksimal, lha wong mereka baru kok, masih belajar.

6. Ingat memory laptop biasanya share dengan memory VGA-nya, jadi kalau lihat spek jangan heran dan jangan marah2 kepada salesnya. Karena tertulis Ram 512 MB ternyata di OS-nya tertera 384 MB, jadi yg 128 MB buat VGA

7. Kalau anda jadi beli, minta kwitansi lengkap berikut cap toko dan kartu garansi di isi yah minta cap sekalian.

8. Ingat Bukti pembelian dan kartu garansi di simpan bersama dengan Drivers2 dan Buku Pedoman. Kalau kardus2 jual aja …..

Untuk yg sdh punya NoteBook A-Note jika kehilangan Driver, coba anda perhatikan spek Motherboard anda (windows XP) jika Mobo-nya Clevo maka anda bisa download dari sini

http://www.clevo.com.tw

PUJI FITRIANA

XMM1_23

Categories: Uncategorized

November 22, 2008 · Leave a Comment

Generasi Baru Ponsel Musik

Senin, 28 Juli 2008 | 15:13 WIB

TEMPO Interaktif, : Musik menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendapat ini, mungkin, yang mendasari Sony Ericsson untuk terus berinovasi, menciptakan telepon seluler musik dengan teknologi baru.

Nah, untuk memperingati tahun ketiga peluncuran ponsel-ponsel musiknya, perusahaan ini kembali memperkenalkan tiga model terbaru. Ketiga model ponsel seri W atau Walkman itu adalah W902, W595, dan W302.

Menurut Sony Ericsson, tiga model anyar ini akan memberi layanankualitas suara terbaik kepada para penggunanya ketimbang semua model ponsel musik yang pernah diluncurkan.

“Sejak peluncuran ponsel musik pertama pada 2005, Sony Ericsson menjadi pionir dalam memberi pengalaman bermusik yang superior lewat ponsel,” kata Ben Padley, pemimpin divisi musik Sony Ericsson, di markas mereka di London, Selasa pekan lalu.

Menurut Ben, ini dibuktikan dengan telah terjualnya 77 juta unit ponsel musik Sony Ericsson sampai hari ini. “Dengan model terbaru ini, kami menawarkan kualitas audio terbaik, ditambah kekayaan fitur yang memperkuat posisi kami sebagai pemimpin kategori ponsel musik,” ujarnya.
Daftar inovasi fitur yang diciptakan untuk ponsel musik kini berlanjut ke fitur-fitur seperti aplikasi musik TrackID dan SensMe untuk menyesuaikan musik dengan suasana hati penggunanya. Contohnya W902, yang diluncurkan dengan kualitas audio jauh lebih jernih.
Perusahaan ini mengklaim W902 memiliki kualitas suara yang superior, setara dengan model W980, yang diluncurkan sebelumnya. W980 telah dianugerahi predikat ponsel yang memberi pengalaman audio terbaikbulan ini, menurut laboratorium independen TESTfactory di Jerman.

Perusahaan ini berjanji, para penggemar ponsel Sony Ericsson dapat menikmati musik seperti suara aslinya dengan W902. Ditambah fitur kamera 5 megapiksel dengan kemampuan tangkapan gambar dan video yang hebat, ponsel ini lebih lengkap memenuhi harapan penggemar.

Untuk mengoleksi lagu-lagu favorit, Memory Stick Micro yang didukungnya sanggup menyimpan lebih dari 8.000 lagu. “Ini adalah perkakas kelas atas yang akan membuat kawan Anda cemburu,” menurut Sony Ericsson dalam rilisnya.
Sementara itu, W595 ditujukan bagi pengguna yang gemar berbagi musik. Ponsel ini mampu menyimpan dan memainkan lebih dari 1.900 lagu melalui pengeras suara built-in. Tinggal sambungkan in-box sharing jack, pengguna dapat mendengarkan musik-musik favorit bersama teman.

Bisa juga dengan fasilitas Bluetooth, yang dapat memperdengarkan musik melalui pengeras suara nirkabel Sony Ericsson. Adapun W302 hadir dengan paket fitur-fitur impresif dengan desain bodi yang ramping.

Selain memperkenalkan ponsel musik generasi terbaru, Sony Ericsson meluncurkan aksesori untuk ponsel-ponsel ini, antara lain tiga model pengeras suara nirkabel MBS-200, MBS-400, dan MPS-100, untuk membantu memutar musik-musik kesayangan melalui pengeras suara langsung dari ponsel mereka.

Sony Ericsson juga memperkenalkan tiga seri ponsel stereo terbaru: HBH-IS800, HPM-88, dan HPM-66, untuk pengalaman bermusik yang optimal. “Semua produk baru ini untuk mereka yang menginginkan ponsel yang lebih dari yang ada sebelumnya,” kata Ben Padley.

Sayangnya, tiga ponsel canggih dan aksesorinya ini belum dilabeli harga. Perusahaan ini juga belum menyebut mulai kapan dan di mana produk baru ini akan dipasarkan.
DIMAS | SONYERICSSON.COM | BETANEWS | VNUNET

*W902
- Retro music navigation keys, tombol skip, forward, back, play, dan pause
- Crystal clear video playback
- Kamera 5 megapiksel untuk foto dan video
- Layar antigores 2,2 inci QVGA dan lensa dari kaca mineral
- 8 GB Memory Stick Micro (M2) untuk 8.000 lagu
- UMTS/HSDPA 2.100 MHz dan GSM/GPRS/EDGE 850/900/1.800/1.900
- Warna: volcanic black, wine red, dan earth green

* W595
- Walkman Player
- 2 GB M2 untuk 1.900 lagu
- Speaker stereo dan share jack
- Bluetooth untuk speaker nirkabel
- Fitur TrackID dan SensMe
- Kamera 3,2 megapiksel
- UMTS/HSDPA 2.100 MHz dan GSM/GPRS/EDGE 850/900/1.800/1.900 MHz
- Warna: active blue, cosmopolitan white, jungle grey, dan lava black

* W302
- Walkman Player
- FM Radio
- Kamera 2 megapiksel
- Bluetooth stereo
- GSM/GPRS/EDGE 850/900/1.800/1.900 MHz
- Warna: midnight black, sparkling white

PUJI FITRIANA

XMM1_23


Categories: Uncategorized