Perkembangan kamera digital

PDF Print E-mail

1. Kamera diam (Still camera)

Kamera Kuno

Pada masa awalnya kamera foto dikenal oleh masyarakat, bentuknya sangat jelek sekali. Sama sekali tidak enak dilihat Kenapa? Karena kamera pada zaman itu, bentuknya seperti binatang tapir. Hanya bedanya ‘makhluk’ ini mempunyai kaki tiga (atau umumnya disebut tripod), diujung moncongnya ada sebuah lensa yang fungsinya untuk mengambil gambar. Disisi lainnya adalah tempat kita untuk melihat obyek yang ingin kita foto melalui lensa. Kita harus menutup dengan kain pada saat ingin mengambil foto, karena tidak boleh ada cahaya yang berlebihan pada saat gambar diambil. Kemudian kita dibantu oleh seseorang untuk memegangi lampu kilatnya. Pada saat itu lampu kilatnya sangat besar, hampir atau bahkan sebesar kamera itu sendiri. Setelah kita mengambil foto, dari lampu kilatnya akan keluar asap yang menandakan bahwa cahaya baru saja dikeluarkan dari lampu kilat ini.

Kamera Modern

Berbeda di zaman modern seperti sekarang ini, sudah banyak perubahan terhadap fisik dan teknologi kamera itu sendiri. Kamera zaman dulu harus dibawa berat-berat, zaman sekarang kamera sudah bisa dimasukan ke saku.
Mulai dari munculnya kamera saku yang menggunakan baterai tabung AAA untuk dayanya hingga digital kamera yang tidak perlu gonta-ganti baterai, karena cukup diisi kembali (recharge). Kalau baterai habis tinggal dibuang dan diganti dengan baterai baru. Untuk sekarang ini mulai menjamur kamera digital.

Sebelum kita bahas mengenai kamera digital, kita bahas dulu mengenai kamera modern. Kamera modern ada beberapa bentuk, diantanya yang berbentuk kotak sebesar telapak tangan kita dan yang lebih besar (kamera profesional). Kamera saku, biasanya mempunyai lensa yang seadanya, artinya kamera ini digunakan oleh orang-orang awam atau fotografer amatiran. Wujud fisiknya tentu saja mempuyai lensa, shutter (tombol untuk ‘menembak’), tombol zoom (tidak semua kamera punya, tergantung dari murah dan mahalnya), flash meter (indikator untuk pencahayaan) dan sarung. Sedangkan kamera profesional, ukurannya hampir 2 kali kamera saku dengan bentuk lensanya yang menjulur ke depan seperi belali gajah. Lensanya dapat diatur jarak kejernihannya dengan cara diputar-putar belalainya supaya mendapatkan hasil foto yang maksimal. Pada kamera profesional seperti ini ada beberapa produk yang lampu kilatnya sudah jadi satu dengan kameranya dan ada juga yang terpisah. Di kamera jenis ini ada lubang untuk memasukan tripod (kaki tiga penyangga) dan lampu kilat tambahan. Umumnya para fotografer profesional menggunakan kamera seperti ini.

Perusahaan-perusahaan terkemuka yang membuat kamera modern seperti ini ada beberapa seperti Canon, Casio, Contax, Fujifilm, Kodak, Konica, Minolta, Nikon, Olympus, Panasonic, Pentax, Polaroid, Ricoh, Zeiss, Zenith dan banyak lagi merk-merk lain yang kurang dikenal bagi masyarakat awam.

Sekarang kita bahas kamera digital. Apa itu kamera digital? Kamera digital adalah sebuah pengembangan kamera modern dari sisi teknologi dan bentuknya. Kelebihan dari kamera digital adalah kita dapat melihat hasil jepretan foto kita sebelum dicetak. Kamera digital pun ada beberapa jenis lagi, kamera untuk umum atau orang awam dan kamera digital untuk profesional. Untuk kamera umum, biasanya yang perlu kita perhatikan saat ingin membeli adalah apakah jumlah pixel yang dihasilkan itu besar atau tidak. Mengapa pixel perlu diperhatikan? Karena kalau tujuan kita membeli kamera digital untuk dicetak fotonya, dengan jumlah pixel yang besar akan sangat membantu hasil jepretan kita. Apabila dicetak lebih besar dari ukuran normalnya (3R – 4R) ke ukuran 10R, gambar tidak akan ‘kabur’.
Hasil jepretan dari kamera digital dapat kita simpan dulu dikomputer sebelum kita cetak ke kertas. Bahkan saat ini sudah tersedia dibeberapa toko yang menyediakan layanan cetak digital. Artinya kita bisa mencetak foto-foto yang ada di kamera digital, telepon genggam, flashdisk, dan CD tanpa harus masuk ke komputer dulu.

Akibat dari perkembangan teknologi, perusahaan-perusahaan yang sebelumnya bergerak di bidang teknologi informasi pun ikut-ikutan membuat kamera digital, berikut beberapa merk-merk ternama kamera digital diantaranya adalah Canon, Casio, Contax, Fujifilm, Hewlett-Packard, Kodak, Konica, Minolta, Nikon, Olympus, Panasonic, Pentax, Polaroid, Ricoh, Samsung, Sony, Zeiss, Zenit dan banyak lagi merk-merk lain yang kurang dikenal bagi masyarakat awam. Beberapa dari mereka adalah perusahaan yang sebelumnya bergerak dibidang teknologi informasi.

2. Kamera bergerak (Motion picture camera)

Kamera bergerak maksudnya kamera ini berfungsi untuk merekam momen-momen indah anda kedalam bentuk video. Tidak seperti still camera yang memungkinkan anda hanya merekam gambar diam. Kamera bergerak seperti ini pun macamnya banyak, mulai dari kamera video yang bisa masuk kantung atau dikalungkan hingga kamera untuk televisi. Ukuran kamera tersebut bisa sangat besar, sampai-sampai Anda harus memanggulnya di pundak Anda.
Kamera seperti ini tidak bisa dicetak hasil ‘jepretannya’, tetapi hasilnya bisa ditransfer ke dalam bentuk kaset video atau VCD.

Sama seperti kamera diam yang punya 2 zaman, kamera bergerak pun begitu. Di era awal kemunculannya, untuk merekam momen penting, Anda harus meletakkan lensa pembidiknya dekat dengan mata Anda. Supaya anda bisa berkonsentrasi dengan obyek yang akan Anda ambil. Sekarang, kamera-kamera ini menggunakan LCD sebagai pengganti lensa pembidik dari sisi mata. Anda cukup melihat melalui layar kecil, dari sana langsung terlihat gambar apa yang sedang diambil. Dengan kamera jenis ini, Anda bisa membidik obyek semau Anda dan terserah berapa lama Anda mau, karena kamera ini dilengkapi dengan kaset video atau sekarang ini sudah mulai menggunakan kartu memori.

3. Kamera Telepon genggam (Handphone camera)

Sebenarnya jenis kamera pun bertambah dan berfungsi ganda. Seperti saat ini ada beberapa vendor telepon genggam, seperti Sony Ericsson, Nokia, Samsung, LG, Motorola, Philips, dsb mulai meluncurkan produk telepon genggam berkamera. Kami rasa produk-produk telepon genggam berkamera ini dibuat dengan asumsi orang-orang sekarang ini ingin memperoleh kemudahan. Mereka tidak mau membawa telepon genggam di tangan yang satu dan kamera ditangan yang lainnya.
Keengganan masyarakat yang mempunyai mobilitas tinggi inipun semakin banyak dan dapat dipenuhi kebutuhannya dengan kehadiran sebuah Camera Phone. Untuk kehadirannya memang sudah dikembangkan sekitar abad ke-20. Mengenai pengembangannya sendiri mengikut sertakan berbagai hak paten.

Namun kehadiran Camera Phone untuk yang pertama kali, berhasil disajikan oleh salah satu vendor Jepang. Pengenalan ini terjadi sekitar tahun 1995. Semenjak inilah proses perkembangan Camera Phone terus maju pesat. Hingga untuk awal ke-21 sekarang ini telah menjadi hal yang lumrah dan bukan benda yang mengejutkan.

Memang ekspetasi masyarakat luas dari Camera Phone semakin meningkat dan menginginkan sangat akan sebuah peningkatan kualitasnya. Walaupun begitu pasar kamera tidaklah mati, karena kualitas gambar yang dihasilkan dari telepon genggam tidak sebagus kualitas dari spesial kamera.

sumber:www.smallhat.com
Disajikan kembali oleh:Nunung Mistyanti, 20, Xmm1

About pson

spirit my life is a science and teknology
This entry was posted in teknologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s