Revolusi Sebuah Kamera Digital Dari Lumix

Lumix LX3 mengalami perubahan penting pada komponen sensor CCD yang dirancang lebih peka. Sensor CCD sebagai komponen inti sebuah kamera digital memiliki fungsi penting dalam merekam cahaya dan memprosesnya menjadi sebuah gambar. Lumix LX3 menerapkan teknologi High sensitivity CCD dengan resolusi efektif hingga 10.1 megapiksel. Teknologi ini mampu menghasilkan gambar dengan sangat tajam meski mengalami croping yang sangat ekstrem. Tidak hanya itu, teknologi High sensitivity CCD ini mampu meminimalkan noise (butiran kasar pada gambar) sekalipun menggunakan iso tinggi.

Kamera saku yang memiliki dua varian warna, hitam dan silver, ini mampu merekam gambar dalam format JPEG dan RAW hingga berukuran maksimal 3968 x 2232 pixel. Dengan full resolution image 2.5 frame per second, Lumix LX3 mampu merekam sebanyak 8 frame pada setingan kualitas gambar (image quality) standard, 4 frame untuk image quality fine, 3 frame untuk image quality RAW, sementara pada setingan high speed brust mode kamera ini mampu merekam sebanyak 6 frame.

Lumix LX3 dengan cerdas menghadirkan teknologi iA (intelligent Auto) yang sangat membantu para pemula dan masyarakat awam menghasilkan gambar dengan kualitas yang baik. Seluruh pengoperasian dikontrol kamera yang dilengkapi dengan teknologi Mega O.I.S (optical image stabilizer), Intelligent ISO Control, Intelligent Scene Selector, Intelligent Exposure, Face Detection, dan AF Tracking.

Teknologi Mega O.I.S (optical image stabilizer) berfungsi untuk mengatasi getaran yang terjadi pada kamera (camera shake). Sementara Intelligent ISO Control secara otomatis dapat menaikkan dan menurunkan iso kamera sesuai dengan kebutuhan pencahayaan.

Intelligent Scene Selector adalah pilihan menu program pengoperasian kamera untuk berbagai kebutuhan pemotretan. Fungsi lain adalah Intelligent Exposure, yang secara otomatis bekerja mengatur intensitas pencahayaan. Hal yang menarik dari seluruh teknologi iA adalah fungsi Face Detection dan AF Tracking. Dengan Face Detection, kamera hanya akan mencari wajah-wajah manusia sebagai titik fokusnya. Sekalipun obyek bergerak, secara otomatis kamera akan mencari dan mengarahkan titik fokus kepada wajah tersebut.

Keunggulan lain yang dimiliki Lumix DMC-LX3 dari kamera kompak lainnya adalah dapat dioperasikan secara manual penuh. Pengaturan kecepatan rana (shutter speed), bukaan diafragma (aperture), dan titik fokus dengan mudah dikendalikan oleh joystik yang berada di belakang bodi kamera.

Selain menggunakan SD card memory sebagai media penyimpan gambar, Lumix LX3 memiliki internal memory 50 MB yang cukup menyimpan 14 gambar dengan image quality fine.

Untuk urusan power suply, kamera kompak berbobot 229 gram ini memiliki baterai yang mampu bertahan hingga 380 frame. Namun, bila ingin memaksimalkan daya tahan baterai, LCD monitor sebagai jendela bidik (viewfinder) dapat dimatikan dan diganti fungsinya oleh external optical viewfinder DMW- VF1 24 mm yang dapat dipasang di hotsoe (dudukan flash).

ANALISA: Perkembangan teknologi kamera digital rasanya tidak akan pernah berhenti. Produk-produk baru terus membanjiri pasar, termasuk jenis kamera saku dengan beragam fitur baru yang memiliki kemampuan mendekati kamera digital single lens reflex (DSLR).

SUMBER:teknologitinggi.wordpress.com

DISAJIKAN ULANG OLEH : INTAN NUR Z.F_14/XMM1

About pson

spirit my life is a science and teknology
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s