MENGENAL TEKNOLOGI GAMBAR TV

Saat TV LCD dan plasma mulai memenuhi display toko-toko elektronik, banyak orang berpikir bahwa era TV tabung sinar katoda (cathoda ray tube-CRT) akan segera berakhir—bernasib sama dengan produk-produk usang lainnya. Tapi ternyata tidak. Si ’kotak gendut’ yang ’menggendong’ tabung besar di belakangnya ini ternyata masih diminati oleh pasar. Kita masih menjumpai lebih banyak TV CRT yang terpajang di toko-toko elektronik super modern, apalagi di toko-toko elektronik tradisional. Sepintas lalu, LCD dan plasma memang menjadi buah bibir para penikmat hiburan. Gambarnya yang jernih, modelnya yang tipis dan fleksibilitas yang dimilikinya (bisa ditaruh di atas meja atau digantung di tembok) benar-benar memukau konsumen. Sangat sinkron dengan gaya interior modern yang lebih condong ke format minimalis dan artistik. Kualitas gambarnya pun di atas rata-rata TV CRT yang kemudian dicap sebagai ’televisi konvensional’.

Tapi ternyata era TV CRT masih terus bergulir, khususnya di segmen pasar yang sensitif terhadap harga. Bila dibandingkan dengan TV LCD maupun plasma, TV tabung memang relatif lebih terjangkau. Konsumsi listriknya pun lebih irit. Meskipun penjualan TV LCD dan plasma terus meningkat dari tahun ke tahun (antara lain disebabkan turunnya harga), TV CRT masih menguasai pangsa para di Indonesia—juga dunia. Melihat pertumbuhan pasar TV CRT yang menunjukkan tren naik, para produsen televisi berlomba-lomba melakukan inovasi (atau bisa disebut evolusi) baik dalam hal teknologi tampilan gambar, output suara maupun desain fisik. Semua perbaikan dan perubahan ini dilakukan sesuai selera pasar. Bahkan saat ini TV CRT sudah memasuki era layar datar (flat screen) yang juga menjadi platform utama TV LCD dan plasma.

Pangsa pasar TV CRT pun melebar ke segmen C, C+ dan B. Di segmen ini, konsumen cenderung mengutamakan tampilan suatu produk. Dan keinginan itu sudah dipenuhi dengan baik oleh para manufaktur dengan menghadirkan produk-produk berdesain tipis dan modern—mendekati tampilan TV LCD dan plasma.

Ada juga yang menciptakan televisi dalam balutan warna-warni mencolok untuk pasar anak muda. Ya, televisi dengan kerangka tipis memang sedang digandrungi oleh pasar. Tapi, asal tahu saja, kualitas gambar juga menjadi aspek penting yang juga terus dikembangkan oleh produsen televisi. Pasalnya, kualitas gambar juga menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli televisi, selain tampilan desain tadi.

Dari segi kualitas gambar, evolusi TV CRT terjadi di banyak aspek, khususnya pada detail gambar, pencahayaan, pewarnaan dan kontras. Dengan inovasi yang dilakukan para produsen TV CRT ini, konsumen tentu akan sangat diuntungkan. Mereka dapat memiliki televisi berkualitas prima dengan harga terjangkau.

Masing-masing produsen mempunyai trademark tersendiri untuk produk televisi yang mereka buat. Tapi secara umum, peningkatan kualitas gambar ini bertujuan agar tampilan layar TV CRT menjadi lebih realistis dan alami. Salah satunya adalah teknologi Digital Intelligent Picture Enhancement (DIPE) yang mengoptimalkan gambar dengan cara memproses setiap sinyal yang masuk secara digital.

Teknologi gambar televisi lainnya adalah Digital Natural Image engine atau disingkat DINe. Teknologi yang sudah mendapatkan pengakuan pasar ini sangat inovatif karena dilengkapi serangkaian fitur-fitur pengolah gambar digital paling mutakhir, di antaranya:

  1. Six-times Density Enhancer.
    Teknologi inovatif ini bekerja memperbaiki kepadatan gambar sehingga gambar resolusi tinggi yang dihasilkan menjadi lebih jelas. Gambar pun menjadi lebih sempurna dan mengesankan.
  2. Signal Optimizer.
    Bertugas mengoptimalkan sinyal yang masuk ke dalam tabung televisi. Fungsinya adalah untuk menghilangkan distorsi gambar akibat intensitas transmisi sinyal siaran yang rendah.
  3. Detail Enhancer.
    Berfungsi mempertajam batasan warna agar tidak kabur. Ditambah dengan penyamaan kejelasan terperinci secara seragam pada setiap saluran. Detil gambar pun menjadi sejelas aslinya.
  4. Color Optimizer.
    Sesuai namanya, filter ini mampu menyajikan warna-warni alami dengan mengoptimalkan warna yang masuk. Pada teknologi CRT standar, kualitas gambar seringkali menurun karena munculnya warna perantara atau campuran. Secara teknis, Color Optimizer akan memisahkan batasan-batasan warna.
  5. Contrast Enhancer.
    Teknologi ini meningkatkan daya kontras warna dengan cara memperluas pola gradasi warna terang dan gelap. Dengan begitu, intensitas cahaya yang tidak wajar akan terhindarkan dan gambar yang dihasilkan menjadi lebih alami. Keletihan pada mata akibat menonton dalam waktu lama pun dapat diminimalisir.

Teknologi gambar DINe ini sudah diterapkan di semua TV Slimfit. Produk teranyar dari Samsung ini memiliki begitu banyak lompatan dibandingkan televisi CRT terdahulu. Ukurannya sangat tipis, yaitu 1/3 lebih tipis dari TV CRT pada umumnya. Ini membuat Slimfit tampil persis seperti TV LCD. Desainnya pun modern dengan warna-warna elegan. Maklum, Samsung hingga saat ini memang dikenal sebagai salah satu produsen televisi yang serius menghasilkan inovasi produk-produk televisi jenis tabung.

Salah satu model televisi Slimfit yang memuaskan (baik dari segi harga maupun kualitas) adalah CS-21Z40MN. Produk ini sangat cocok untuk diletakkan di ruang keluarga bergaya modern-minimalis dan dipadupadankan dengan furnitur dan pernak-pernik interior minimalis lainnya.

COMEN:Banyak orang berpikir bahwa era TV tabung sinar katoda (cathoda ray tube-CRT) akan segera berakhir—bernasib sama dengan produk-produk usang lainnya. Tapi ternyata tidak. Si ’kotak gendut’ yang ’menggendong’ tabung besar di belakangnya ini ternyata masih diminati oleh pasar. Kita masih menjumpai lebih banyak TV CRT yang terpajang di toko-toko elektronik super modern, apalagi di toko-toko elektronik tradisional. Sepintas lalu, LCD dan plasma memang menjadi buah bibir para penikmat hiburan. Gambarnya yang jernih, modelnya yang tipis dan fleksibilitas yang dimilikinya (bisa ditaruh di atas meja atau

DISAJIKAN ULANG OLEH :ENGGAR T.A.

KLAS/NO :X MM1/10

About pson

spirit my life is a science and teknology
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s